Sunday, October 12, 2014

Pakar: Pembeli Properti Didominasi Investor dan Pemilik Uang "Nganggur"!

Pakar properti Panangian Simanungkali menilai, intervensi pemerintah dalam program penyediaan dan pengelolaan rumah susun sederhana milik (rusunami) harus konsisten. 

Panangian mengatakan, bagi pengembang properti untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sinyal penurunan suku bunga saja tidak cukup bagi mereka menggerakkan kegairahan pasar RSH dan rusunami. Pasalnya, pasar properti untuk golongan bawah sangat memerlukan intervensi kebijakan dari pemerintah berupa dorongan untuk memacu pembangunan RSH dan rusunami, sekaligus pengawasan terhadap penyaluran subsidinya.


"Semua harus diintervensi pemerintah, mulai membangun, menyalurkan dan mengawasinya. Kita tidak mau terjadi lagi seperti Kalibata City. Rusunami kok bisa ada lahan parkir mobilnya, itu saja sudah salah urus," kata Panangian kepada Kompas.com,Jumat (19/9/2014) lalu.

Salah satu contoh patut diamati adalah banyak rusun mudah berpijndah tangan kepada mereka yang bukan "haknya" untuk menghuni.

Panangian mengaku khawatir, bila pemerintah tak mampu mencari solusi atau terobosan untuk menyediakan rusunami bagi kalangan bawah, bukan tidak mungkin ketegangan dan kecemburuan sosial sewaktu-waktu berubah wujud menjadi kerusuhan sosial seperti yang pernah terjadi pada 1998 silam. 

"Pendorong utama orang berduit membeli unit-unit properti itu adalah momentum berinvestasi untuk memetik keuntungan. Itu sebabnya, mengapa produk-produk yang ditawarkan para pengembang belakangan ini, seperti apartemen, town house, rumah dan ruko selalu ludes terjual," kata Panangian kepada Kompas.com, pekan lalu.

"Kenapa itu bisa terjadi, karena pengembang sadar betul, bahwa calon pembeli yang sekarang ada di pasar bukanlah mereka yang benar-benar membutuhkan rumah atau apartemen untuk langsung dihuni atau end-user. Tapi, sebagian besar pembeli properti itu adalah para pedagang, investor pemilik uang nganggur, dan pejabat-pejabat yang punya tujuan investasi dan menyimpan hasil korupsinya," tambahnya.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Bisnis Apartemen untuk Mahasiswa Makin Menggiurkan

Apartemen yang dikhususkan bagi pasar mahasiswa masih dianggap sebagai bisnis menjanjikan. Tak terkecuali di Bandung, Jawa Barat. 

Betapa tidak. Minat masyarakat demikian tinggi, terbukti kinerja penjualan apartemen-apartemen jenis ini menunjukkan tren positif.


Taman Melati Jatinangor yang dikembangkan PT Adhi Persada Properti, misalnya. Apartemen yang dikelilingi kampus-kampus ternama macam Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Institut Koperasi Indonesia, sudah terserap pasar sebanyak 70 persen dari total 758 unit. Sementara itu, apartemen Taman Melati Margonda sudah terserap pasar 100 persen. 

Saat ini, posisi aktual yang aktif ditransaksikan ada di pasar sewa dan pasar sekunder. Harga seken dibanderol mulai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta per unit, sedangkan pasar sewa sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan.  

Sementara itu, harga kos per bulan tak jauh beda. Rumah kos di sekitar Margonda, Depok, kampus UGM Yogyakarta dan kawasan Jatinangor juga dipatok dengan harga nyaris sama yakni sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2.5 juta per bulan.

Menurut Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno, pangsa pasar apartemen untuk  mahasiswa di kawasan-kawasan pendidikan popular seperti Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang punya pembeli potensial.

"Pembeli potensial adalah para orang tua yang punya anak kuliahan, dosen, dan investor. Mereka berkepentingan untuk membeli apartemen khusus mahasiswa ini," papar Ipuk kepada Kompas.com, usai prosesi tutup atap Taman Melati Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014).

Ipuk menambahkan, pembeli unit-unit Taman Melati Jatinangor sebagian besar adalah investor dan end user asal Jakarta. Sebagian pembeli lainnya dari Bandung. 

"Return on Investment-nya melaju cepat. Sejak dipasarkan 2013 lalu dengan harga perdana Rp 240 juta, saat ini sudah mencapai Rp 350 juta atau kurang dari satu tahun," tambah Ipuk.

Tingginya permintaan pasar ini, lanjut dia, memotivasi PT Adhi Persada Properti untuk membangun apartemen mahasiswa tahun depan yakni di Yogyakarta dua lokasi, Sardjito dan Sinduaji, Surabaya, dan  Malang.

"Masing-masing proyek menelan nilai investasi Rp 140 miliar hingga Rp 160 muliar," tandas Ipuk.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Adhi Persada Incar Solo, Semarang, dan Balikpapan

Mulai mewabahnya gaya hidup tinggal di hunian vertikal di daerah memacu PT Adhi Persada Properti menjajaki kemungkinan membangun apartemen di tiga kota besar, yakni Solo, Semarang, dan Balikpapan. Celah bisnis hunian vertikal bukan lagi hanya di Jabodetabek. 

Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno, mengatakan, saat ini merupakan momentum tepat untuk membangun apartemen di tiga kota tersebut. Apalagi, lanjut dia, jika hal itu didukung oleh pengembangan infrastruktur yang mengalami percepatan signifikan.


"Di Semarang kami memanfaatkan peluang pengembangan bandara internasional Ahmad Yani terbaru, begitu juga di Solo. Perluasan bandara dan beroperasinya tol Solo-Bawen-Semarang, mempercepat rencana ekspansi apartemen. Kami tengah mencari lahan yang sesuai kebutuhan. Akhir tahun 2015 kami harap sudah mulai direalisasikan," kata Ipuk kepada Kompas.com, usai prosesi tutup atap Taman Melati Jatinangor, Sabtu (20/9/2014).

Sementara itu, lanjut Ipuk, Balikpapan dibidik karena kota ini memperlihatkan kemajuan pertumbuhan properti paling signifikan di antara sesama kota di luar Pulau Jawa.

"Di Balikpapan kami berencana membangun apartemen komersial kelas menengah, karena daya belinya tinggi. Sementara di Semarang dan Solo kami bangun apartemen mahasiswa," ujar Ipuk. 

Ekspansi ketiga proyek ini, tambah Ipuk, akan direalisasikan setelah proyek apartemen Jasmin Park @Pasteur Bandung, Grand Dhika City Jatiwarna, Bekasi, dan apartemen Grand Dhika Mansion@ Pejaten.

Apartemen mahasiswa 

Direalisasikannya pembangunan tiga proyek komersial dan dua proyek apartemen mahasiswa di Yogyakarta dan Surabaya, PT Adhi Persada Properti percaya diri bakal mencetak penjualan senilai Rp 1,7 triliun.

"Tahun lalu kami sukses membukukan penjualan Rp 900 miliar dari proyek Grand Dhika City Bekasi, Taman Melati Margonda dan Taman Melati Jatinangor," kata Ipuk.

Tahun depan, Adhi Persada Properti mencanangkan target penjualan senilai Rp 2.3 triliun. Capaian target itu diharapkan berasal dari proyek apartemen Yogyakarta, Surabaya, Margonda, Jatinangor, dan Grand Dhika City Jatiwarna.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Paramount Sediakan "Shuttle Bus" Bagi Warga Gading Serpong

Untuk meningkatkan kenyamanan para konsumennya, PT Paramount Land menyediakan pelayanan baru di Gading Serpong, Banten. Dalam satu bulan terakhir, pengembang ini tengah menguji coba Gading Serpong City Shuttle.
"Untuk Gading City Shuttle, kami menyediakan 3 trayek, yaitu blue linegreen line, dan red line," ujar Direktur Paramount Land, Aryo Tri Ananto, usai acara ground breaking Samara Village, Sabtu (20/9/2014).

Ia menjelaskan, ketiga "line" atau jalur ini, saling terhubung satu sama lain. Konsepnya mirip dengan Bus Transjakarta. Tujuannya adalah memberi kemudahan bagi warga, untuk mencapai semua titik di kota Gading Serpong.
"Ada yang jalur utama Jalan Boulevard ke Jalan Raya Serpong, sebagai red line. Nanti sebagai "backbone" ada blue line dan green line," kata Aryo.
Sampai saat ini, tambah dia, PT Paramount Line menyediakan 3 unit bus untuk 3 trayek tersebut. Ketiga bus ini akan berputar mengelilingi Gading Serpong dan setiap titik akan dikunjungi bus setiap satu jam.
Sementara itu, terkait biaya yang dibebankan kepada penumpang, Aryo belum dapat menyebutkan besarannya.
"Sementara ini, dalam waktu uji coba masih gratis. Tapi, mungkin nanti kalo sudah beroperasi normal akan kena charge yang sangat terjangkau buat warga," jelas dia.
Selain itu, ia juga menuturkan, bus ini memang diperuntukkan bagi warga, namun PT Paramount Land tidak akan membatasi penggunaan bus tersebut bagi siapapun yang datang ke Gading Serpong. Baik sanak saudara warga, maupun orang yang bekerja di Gading Serpong, bisa memanfaatkan bus ini.
posted by,

Biaya Indekos Mahal, Bisnis Apartemen Mewah Jadi Incaran

Beberapa kota dengan banyak koleksi perguruan tinggi, misalnya Yogyakarta, Solo, dan Semarang dinilai cocok untuk dikembangkan apartemen khusus mahasiswa. Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno, mengutarakan hal tersebut kepadaKompas.com, usai prosesi tutup atap Taman Melati Jatinangor, Sabtu (20/92014). 

"Ketiga kota tersebut punya prospek bagus dan sangat potensial dikembangkan apartemen. Saat ini, harga rumah kos di Yogyakarta dan Semarang sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2.5 juta per bulan. Di Solo sekitar Rp 500 ribh hingga Rp 1 juta per bulan. Kami ingin memindahkan penyewa rumah kos ini ke apartemen," tukas Ipuk. 


Dia memaparkan, Yogyakarta contohnya, sangat diminati pembeli asal Jakarta. Mereka punya putra atau putri yang kuliah di Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran, Atmajaya, UII dan lain-lain kampus di kota gudeg ini. Selain pembeli end user, banyak juga investor asal Jakarta tertarik membeli apartemen mahasiswa di sini. 

"Untuk saat ini, investor asal Jakarta masih menguasai pembelian apartemen di Yogyakarta. Sama halnya dengan di Bandung. Untuk market Solo dan Semarang kami perkirakan akan sama. Pembeli lokal juga ada tapi tidak sebanyak Jakarta. Sementara Surabaya didominasi pembeli asal Makassar, Balikpapan, Samarinda, Bali dan Medan," kata Ipuk. 

Ada pun harga apartemen mahasiswa di Yogyakarta sekitar Rp 16 juta per meter persegi. Sementara di Surabaya sekitar Rp 14.5 juta per meter persegi.

"Solo dan Semarang masih kami hitung harganya. Pasti di bawah Yogyakarta," tandas Ipuk.

Sebelumnya diberitakan, bisnis apartemen mahasiswa masih menjanjikan. Hanya dengan nilai investasi Rp 140 miliar atau Rp 150 miliar, pengembang sudah bisa mendulang penjualan Rp 210 miliar hingga Rp 250 miliar.

PT Adhi Persada Properti merupakan salah satu pengembang yang memelopori pembangunan apartemen yang diperuntukan bagi pasar mahasiswa. 

posted by,

bit.ly/12oy4L

Bidik Investor, PP Properti Tuntaskan Proyek Apartemen di Surabaya

 PT PP Properti, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk, saat ini tengah gencar menggarap pasar hunian vertikal di Surabaya, Jawa Timur, selain proyek lainnya di Jakarta, Bekasi, Banten, Makassar dan Semarang. Pertumbuhan kota besar itu semakin menyaingi Jakarta. 

Setelah proyek apartemen Pavilion Permata Tower 1 terjual 100 persen, PP Properti bersiap melakukan penutupan atap apartemen tersebut, Sabtu (27/9/2014) pekan depan. Apartemen Pavilion Permata Tower 1 dan 2 di kawasan Mayjen Sungkono, Surabaya Barat, memang proyek hunian vertikal yang tengah dikembangkan PP Properti di Kota Pahlawan ini. 


"Ini untuk merespon tingginya keinginan konsumen untuk memiliki apartemen," kata Galih Saksono, Direktur Operasi PT PP Properti di Jakarta, Minggu (21/9/2014).

Sementara itu, Bagus Febru Saptono, Project Manager PT PP Properti mengatakan, bahwa pihaknya telah menggelar mega open untuk mengundang calon konsumen, Sabtu (20/9/2014) lalu di Surabaya. Dia mengatakan, salah satu strateginya adalah mengandalkan kelengkapan dan kenyamanan fasilitas apartemen tersebut, mulai dengan konsep hotel services, mulai urusan binatu sampai makan. 

"Selain itu, kolam renang dan taman juga akan kami lengkapi untuk kenyamanan hunian ini," kata Bagus. 

Bagus menambahkan, dengan waktu tempuh tiga menit menuju pintu gerbang tol Satelit Darmo, Apartemen Pavilion Permata Tower 1 dan Tower 2 ada di lokasi terdepan dan sangat strategis di Surabaya Barat. 

Investasi 

Surabaya saat ini semakin tak mau ketinggalan dari Jakarta sebagai kota yang mumpuni di segala sektor. Meski terbilang kota tua dengan jumlah populasi yang padat, kota berpenduduk 2.863.651 jiwa ini tidak tinggal diam mengikuti perkembangan zaman. 

"Banyak indikator sebagai sebuah kota yang maju mampu dijawab oleh Surabaya sebagai kota penghubung pertumbuhan di wilayah Indonesia Timur, mulai rutinitas penggunaan internet, kesiapan infrastruktur, komunitas dan lainnya. Perbaikan sistem tata kelola kotanya juga meningkat, termasuk lalu lintas dan transportasi umum, pelayanan masyarakat terpadu, revitalisasi taman kota, hingga penataan pasar dan area bisnis," kata Bagus. 

"Sangat bagus dijadikan kota yang punya prospek investasi properti. Di hari kerja kepadatan kota ini bertambah sekitar 30-50 persen dari kota-kota lain sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Mojokerto, Gresik dan kota-kota lain di lingkar Surabaya," tambahnya. 

Christian Adrianto, salah seorang motivator bisnis, menambahkan bahwa sektor properti di Surabaya akan semakin tumbuh pesat. Properti, khususnya apartemen, semakin mengarah menjadi salah satu bentuk perubahan gaya hidup di kota ini. 

"Karena apa, karena orang merasa lebih aman dan nyaman tinggal di apartemen, apalagi kalau lokasinya strategis, dekat dengan mal atau daerah bisnis dan pintu tol," katanya.

Christian menambahkan, untuk saat ini Return On Investment (ROI) untuk apartemen kurang lebih sekitar 10 persen per tahun per tahun dari harga properti. Untuk itu, menurut dia, memungkinkan siapa saja bisa memiliki properti hanya dengan uang muka saja. 

"Cicilannya kan bisa dibayarkan oleh penyewanya. Harga sewa apartemen di luar negeri jauh lebih mahal dibanding di Indonesia, jadi potensi kenaikan harga apartemen masih sangat besar," ujarnya.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Jaga Komitmen, Paramount Siapkan "Delivery Services"

Direktur Presiden PT Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, mengatakan kualitas produk dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi fokus Paramount dalam memenuhi harapan konsumen secara konsisten. Salah satu bentuk untuk mewujudkannya adalah menyediakan layanan Delivery Services Division Paramount Land.

"Ini perwujudan program yang dibuat khusus untuk konsumen dalam upaya menunjukkan proses pembangunan yang kami lakukan," ujar Ervan, Sabtu (20/9/2014), usai melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan perumahan Samara Village di Gading Serpong, Banten.


Ervan mengatakan, acara tersebut menjadi salah satu bentuk layanan dari Delivery Services Division Paramount Land. Adapun Delivery Services Division dibentuk untuk menjaga kepercayaan konsumen. Dia menargetkan, saat serah terima unit pada September 2015 nanti, pihaknya akan mengadakan serah terima kunci. 

"Ini juga mencerminkan value dari properti yang dibeli oleh konsumen," kata Ervan.

Semenatar itu, menurut Direktur Paramount Land, Aryo Tri Ananto, acara peletakan batu pertama tersebut menjadi tanggung jawab Paramount kepada konsumen. Dia ingin memastikan, bahwa konsumen dilayani secara maksimal, mulai saat menandatangani surat pemesanan hingga serah terima unit. 

"Biasanya, komunikasi dengan pengembang hanya dilakukan saat pembayaran berkala. Tapi, kami menginginkan konsumen mendapatkan perjalanan menyenangkan dalam berbelanja produk kami," kata Aryo. 

Aryo menambahkan, bahwa pelayanan harus dilakukan secara berkesinambungan, tidak berhenti sampai serah terima kunci saja. Program-program "delivery services" akan melibatkan emosional konsumen dalam rangka ikut memantau proses pembangunan produk yang dibelinya. 

"Dengan begitu kami juga berharap keterikatan dan komunikasi dengan konsumen berjalan baik," ujarnya.

Dia menuturkan, proyek Samara Village dikerjakan oleh 33 kontraktor yang akan memasang 14 alat pancang pada 5170 titik. Dalam sehari, para kontraktor tersebut akan mengerjakan 15-20 titik sehingga pekerjaan pemancangan tidak akan melebihi waktu satu bulan.

Dengan luas tanah 10 hektar, sebanyak 706 unit yang telah terjual itu akan dibangun dalam 2 tahap, yakni 400 unit dan 306 unit. Masing-masing unit ini bertipe L6, L7, dan L8 dengan ukuran tanah 6x10, 7x9, dan 8x10. Pembangunan unit yang dibanderol mulai Rp 858 juta hingga Rp 1 miliar itu rencananya akan selesai sebelum Lebaran 2015 dan akan diberikan pada konsumen pada September 2015.

Sebelumnya, setelah meluncurkan Virgina Village pada Agustus 2014 lalu, Paramount juga meluncurkan produk terbarunya, La Bella@Arcadia Village, di Gading Serpong, Banten. Sesaat setelah diluncurkan, 503 unit hunian tersebut langsung habis terjual dalam hitungan jam.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Pasca-pilpres, MAP Optimistis Bisa Jual Habis "Grand Eschol Residence"

PT Mahakarya Agung Putera (MAP) optimistis penjualan proyek apartemen Grand Eschol Residence yang dibangun di kawasan Karawaci, Tangerang, akan lebih melesat pasca pemilihan presiden ini. MAP berani menargetkan pada akhir tahun nanti semua unit akan terjual seluruhnya. 

Saat ini MAP tengah memasarkan apartemen Grand Eschol Residence tahap akhir. Ada 240 unit yang dipasarkan dari total apartemen sejumlah 646 unit. 


"Kami yakin, setelah pilpres ini berlangsung aman, penjualan proyek bakal terus naik. Jadi, konsumen yang dulu menunggu perkembangan atau menahan pembelian, sekarang mulai merealisasikan niatnya membeli apartemen," kata Direktur Marketing PT Mahakarya Agung Putera, Adrianto Satmaka, Senin (22/9/2014). 

Melihat kondisi itu, Adrianto mengaku optimistis seluruh unit apartemen Grand Eschol Residence akan terjual sebelum akhir tahun. Saat ini, penjualannya sudah mencapai 90 persen. 

"Selain itu, kebutuhan apartemen juga semakin tinggi di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci.  Harga tanah di Karawaci kan terus naik sehingga tinggal di hunian vertikal sudah menjadi kebutuhan," katanya. 

Lokasi apartemen ini berada di kawasan salah satu segitiga emas Tangerang, yaitu Lippo Karawaci, tepatnya di belakang Universitas Pelita Harapan (UPH). Lokasi tersebut juga dekat dengan beberapa institusi pendidikan, mal, serta rumah sakit.

"Pembeli apartemen kebanyakan adalah mahasiswa, karyawan, dan keluarga muda. Alasannya karena lokasi yang strategis, sehingga yakin akan menguntungkan untuk investasi," ujar Adrianto. 

"Dari segi perizinan dan legalitas semuanya sudah lengkap, tidak ada masalah," tambahnya. 

Adapun beberapa tipe yang ditawarkan di Grand Eschol Residence mulai tipe studio Ottawa seluas 27,6 m2 hingga tipe 2 bedroom hook Grand Canyon seluas 51,5 m2. Apartemen tersebut ditawarkan mulai harga Rp 557 juta.

Saat ini, selain Grand Eschol Residence, MAP juga mengembangkan kondotel Aston Karawaci City Hotel. Keduanya berada dalam satu menara yang dibangun di atas lahan seluas 3.200 m2. Kondotel tersebut terdiri atas 8 lantai, sedangkan apartemennya mencapai 19 lantai.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Melesat... Fase Dua Holland Village Mulai Kelebihan Permintaan!

PT Lippo Karawaci Tbk (Lippo Karawaci), Rabu (24/9/2014), mengumumkan hasil pemasaran unit-unit apartemen fase dua Holland Village, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Penjualan unit apartemen tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 150 persen dari total unit yang tersedia.

Adapun total unit tersebut akan diluncurkan pada 4 Oktober 2014 mendatang di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat. Rencananya, ada 190 unit dengan luasan mulai 77 meter persegi hingga 149 meter persegi (semi gross). 


"Luar biasa minat calon investor maupun penghuninya meski secara resmi sebetulnya belum diluncurkan. Upaya kami menjawab kebutuhan terbukti," jelas Ivan Setiawan Budiono, CEO Lippo Homes, di Jakarta. 

Sementara itu, menurut Jopy Rusli, Chief Marketing Officer Lippo Homes, permintaan yang melebihi total unit yang tersedia itu juga menjadi bukti bahwa produk tersebut mampu menjadi sarana baru investasi prospektif bagi para investor.

"Terutama mereka yang menginginkan nilai tambah bisnisnya di wilayah Jakarta Pusat," kata Jopy. 

Kawasan terpadu

Seperti diketahui, di kawasan terpadu Holland Village seluas 4 hektar, Lippo Homes membangun menara apartemen Holland Village One dan Holland Village Two. Pada peluncuran fase pertama unit apartemen itu beberapa waktu lalu, seluruh unit terjual dalam waktu singkat.

"Mengingat saat ini sudah melebihi total unit yang ditawarkan, kami tentu optimistis, seluruh unit pada fase dua nanti akan dapat terjual seluruhnya dalam tempo cepat," Joe Christian, Chief Marketing Officer Holland Village. 

Lebih dari itu, menurut Joe, harga per unit apartemen fase dua Holland Village juga terhitung kompetitif. Dia menuturkan, pada saat peluncurannya nanti, harga unit apartemen Holland Village dibuka mulai Rp 19,5 juta per meter persegi. 

Sampai saat ini, Holland Village dengan investasi senilai Rp 5 triliun merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Proyek ini dirancang oleh DP Architects (Singapura). 

Lokasinya tak jauh dari Waduk Ria Rio, Jakarta Timur, yang saat ini dalam tahap pengembangan sebagai area pengendali banjir sekaligus sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Posisinya berada tepat di samping jalan tol dalam kota untuk membawa ke berbagai tujuan, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, CBD Sudirman, dan berada di pertengahan antara MH Thamrin, Jakarta Pusat, serta Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat ini, LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 25,8 triliun atau Rp 2,2 miliar per 1 September 2014.

posted by,

bit.ly/12oy4L

Mulai Sekarang, Bayar Sewa Rusun Bisa Lewat Akun Bank!

Bekerja sama dengan BRI, Perum Perumnas menyediakan cara baru pembayaran angsuran bagi penghuni rumah susun sewa (rusunawa). Penghuni rusunawa saat ini bisa membayar sewa unitnya melalui virtual account bank tersebut. 
Direktur Utama Perumnas Himawan Arif mengatakan, pelayanan tersebut sebetulnya atas desakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.


"Itu tiga bulan lalu di Rusun Cengkareng. Beliau melihat, kok pembayaran masih cash.Lalu, beliau memerintahkan untuk memperbaiki sistem pembayarannya," ujar Himawan pada sambutan acara 'Sinergi BUMN: Peluncuran Pembayaran Sewa Online Penghuni Rusunawa Perumnas Melalui BRI Virtual Account' di Rumah Susun Sewa Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2014). 

Himawan 
mengatakan, penghuni rusunawa kini tak perlu lagi mendatangi loket pembayaran dan membayar sewa unit secara tunai. Sebelumnya, kasir harus menerima uang langsung dari penyewa rusun, baru kemudian dimasukkan ke dalam rekening Perumnas. Dengan diberlakukannya sistem ini, pembayaran sewa rusun menjadi lebih cepat dan praktis.

posted by,

bit.ly/12oy4L